Abou Diaby Sakit Hati Dijuluki Pemain Kaki Kaca

Sebutan itu sendiri memang ditujukan pada Diaby karena seringnya ia mengalami cedera dan bahkan waktunya di lapangan masih kalah dengan waktu yang dihabiskannya di ruang perawatan.
Diaby yang kini berusia 30 tahun mulai bergabung dengan Arsenal pada 2006 dari Auxerre. Awalnya ia dianggap sebagai salah satu gelandang masa depan Arsenal. Namun sayangnya, karirnya menjadi berantakan hanya karena seorang Dan Smith, pemain Sunderland yang membuatnya cedera parah pada tahun tersebut.
Ya, tentu saja momen itu membunuh segalanya dalam diri saya. Dari sanalah semuanya berawal. Cedera itu membuat adanya batasan bagi engkel saya untuk bergerak dan saya harus membayarnya pula dengan bagian tubuh saya yang lainnya (menjadi mudah cedera). Sebelum itu, saya tidak pernah mengalami cedera otot dan gaya hidup saya juga bagus, tegas Diaby.
Tapi saya akui, saya tak ada dendam kepadanya lagi. Itu semua sudah terjadi di masa lampau. Satu hal yang saya harapkan kini adalah yang terjadi dalam karir saya. Jika cedera itu terjadi di usia 28 tahun, mungkin segalanya akan menjadi berbeda. Tapi menjadi lebih sulit ketika terjadi di antara usia 19-27 tahun dimana saya harusnya bermain setiap pekan untuk berkembang menjadi pemain seperti yang saya inginkan.
Menjadi lebih buruk lagi karena Diaby mengakui bahwa ia tak hanya mengalami rasa sakit dari cederanya itu. Apa yang dikatakan media diluar sana juga membuat sisi psikologisnya juga hancur dan membuat segala usahanya untuk sembuh seperti tidak dianggap.
Mereka berkata bahwa saya terbuat dari kaca. Hal seperti itu bisa sangat menyakitkan dalam sisi psikologis. Mereka tidak tahu bagaimana saya berjuang setiap hari untuk bisa sembuh. Tapi, apa yang bisa saya lakukan? Itulah jalan hidup saya.
Selama bergabung dengan Arsenal, total Diaby hanya main sebanyak 180 kali saja dan mencetak 19 gol. Tentunya jumlah yang sangat sedikit jika melihat fakta bahwa ia bermukim di Arsenal selama 10 tahun lamanya.

thejillprinciple.com sbobet indonesia Sumber: Sidomi