Bank Mandiri Bidik 3 Juta Pengguna Baru e-Money

Solid Gold Transaksi di gerbang tol bakal 100% menggunakan uang elektronik mulai Oktober 2017 mendatang. Tujuannya, supaya tak terjadi lagi kemacetan panjang di gerbang tol, yang salah satunya dipicu transaksi tunai.

Direktur Teknologi dan Digital Banking PT Bank Mandiri Tbk, Rico Usthavia Frans, mengatakan pihaknya menargetkan pengguna uang elektronik emoney akan meningkat signifikan pasca aturan tersebut berlaku.

“Tentu akan ada peningkatan penggunaan kartu pra bayar. Kalau sampai akhir tahun, kirakira targetnya siapkan kartu bisa tambah lagi 2 juta sampai 3 juta kartu emoney di tahun ini,” ujar Rico usai paparan publik kinerja triwulan II2017 di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Hingga kuartal II2017, jumlah emoney Mandiri yang beredar mencapai 9,6 juta kartu. Sementara di akhir tahun lalu tercatat sebesar 8,67 juta kartu, dan tahun 2015 sebanyak 6,56 juta kartu. Angka tersebut naik pesat dibandingkan saat awal diterbitkan pada tahun 2010 sebanyak 686 ribu kartu.

Sementara dari sisi jumlah transaksinya hingga kuartal II2017 yakni sebanyak 221,1 juta kali transaksi dengan nilai transaksi Rp 2,54 triliun. Kemudian di tahun 2016 lalu sebesar Rp 3,77 triliun, dan tahun 2015 sebesar Rp 2,48 triliun. Saat awal diterbitkan di tahun 2010 nilai transaksinya hanya Rp 252,2 miliar.

“Ada yang perlu disiapkan selain kartunya. Kita koordinasi dengan Jasa Marga untuk perluasan penjualan emoney dan menyiapkan sistem pembayarannya. Kalau diwajibkan pakai kartu elektronik ya tergantung nanti tambah berapa, tapi kita optimisnya sampai akhir tahun bisa tambah sampai 3 juta kartu, itu tidak hanya dari tol saja,” ungkap Rico.