Alih fungsi Lahan Tantangan Swasembada Pangan

Rimanews – Jika sepuluh tahun lalu, orang-orang masih bisa menyebutkan hamparan sawah yang luas dengan hijaunya tanaman padi, namun saat ini kondisi itu jauh berbeda karena di atas bentangan lahan tersebut telah dipadati bangunan. Alih fungsi lahan akan menjadi salah satu kendala terbesar pencapaian target swasembada pangan secara nasional Baca Juga Fitch Rating Tingkatkan Rating Kredit Indonesia DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan Pelabuhan di bawah Pelindo I siap hadapi natal Upaya untuk mengatasi lahan yang berkurang untuk pertanian adalah dengan ekstensifikasi, yaitu pembukaan lahan sawah baru yang setiap tahunnya tidak boleh kurang dari lahan yang dialihfungsikan. Dan jika memukinkan ekstensifikasi harus lebih luas dari lahan sawah yang dialihfungsikan. Namun, ada kendala jika membuka lahan baru. Lahan sawah baru biasanya belum tentu langsung bisa menghasilkan, kadang-kadang tanah lahan sawah baru yang dibuka tingkat keasamannya tinggi. Untuk berhasil cepat, itu relatif sulit, jadi perlu proses. Kadang-kadang sampai dua atau tiga kali musim tanam baru bisa menghasilkan sebagaimana yang diharapkan. Alih fungsi lahan oleh warga sering juga dengan menjadikannya perkebunan. Oleh karena itu, masing-masing daerah ke depan harus menyiapkan Perda yang diharapkan menjadi payung hukum sehingga bisa menjadi sanksi bagi yang merubah lahan. Program swasembada pangan harus didukung semua pihak dan pemanfaatan lahan harus dilakukan pengawasan. Pasalnya, masih banyak permasalahan substantif yang dihadapi dalam percepatan pencapaian swasembada pangan selain pemanfaatan lahan, seperti fragmentasi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur jaringan irigasi, semakin berkurang dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta kurangnya peralatan mekanisasi pertanian. Selain itu juga masih tingginya susut hasil, belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi, lemahnya permodalan petani dan harga komoditas pangan jatuh dan sulit memasarkan hasil pada saat panen raya. Namun, lahan pertanian harus “diamankan” terlebih dahulu. Semua pihak, masyarakat dan aparat keamanan harus memberikan dukungan penuh kepada pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan guna menuju swasembada pada tahun-tahun mendatang. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Swasembada Pangan , Alih Fungsi Lahan , bisnis , Ekonomi

Sumber: RimaNews