Bos Freeport Hadir dalam Pertemuan Jokowi-Kadin AS

Rimanews – Perwakilan PT Freeport menghadiri pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (US Chamber of Commerce) di Washington DC, Senin (26/10) malam waktu setempat. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani membenarkan ada petinggi Freeport hadir pada acara itu. Baca Juga Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” Presiden ingin kesepakatan dengan India segera dilanjutkan Jokowi minta Polri perhatikan ancaman teroris saat Natal “Ada, kan yang hadir semua diundang oleh US Chamber of Commerce sebagian yang sudah dan akan melakukan investasi di Indonesia,” kata dia. Franky mengatakan posisi Indonesia dalam hal ini diundang US Chamber of Commerce. “Tidak ada pembicaraan khusus dengan mereka,” tegas Franky. Ia menambahkan sampai saat ini memang 90 persen investasi AS di Indonesia masih dalam sektor pertambangan dan hanya 10 persen pada sektor industri dan perkebunan. Oleh karena itu, menurut dia, wajar jika Freeport turut serta dalam acara itu. Franky menambahkan pada masa mendatang pemerintah justru akan berupaya mendorong investasi yang lebih besar pada sektor energi, termasuk manufaktur. “Kita juga akan dorong investasi dari AS yang lebih besar di sektor industri kreatif termasuk pengembangan perfilman yang selama ini masih tertutup untuk asing,” katanya. Franky mengaku Indonesia mendapatkan lebih banyak gambaran potensi investor AS dapam konteks industri kreatif. “Bukan berarti akan kita buka 100 persen tapi potensi dalam negeri akan kita kembangkan. Saya kira cukup banyak yang potensial, salah satunya perusahaan yang memproduksi film Spiderman,” kata Franky. Franky mencatat pertumbuhan investasi AS di Indonesia 23 persen per tahun dengan kontribusi 6 persen dari total investasi asing langsung (FDI), sedangkan total investasi AS dalam lima setengah tahun terakhir adalah 8 miliar dolar AS atau terbesar ketiga setelah Singapura dan Jepang. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Freeport , Jokowi , Amerika , politik , Nasional

Sumber: RimaNews