Hilton Moreira, contoh kepedulian Persib

Sindonews.com – Kesulitan keuangan yang melanda sejumlah klub di Indonesia seringkali berdampak pada sistem pengupahan klub-klub. Karena kucuran anggaran tidak pasti, banyak diantara klub harus menunda gaji pemain, bahkan hingga berbulan-bulan. Kasus meninggalnya pemain asal Paraguay, Diego Mendieta dikaitkan banyak pihak karena keteledoran pihak klub dan agen si pemain. Persis Solo klub yang dibela almarhum dianggap harus ikut bertanggung jawab karena menelantarkannya. Belajar dari sejumlah kasus yang terjadi di klub lain, Manajemen Persib mencoba untuk mencegah agar kasus keterlambatan gaji maupun sikap menelantarkan pemain tidak terjadi di klub yang sejak pertengahan 2009 lalu diambil alih pengelolaannya oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) dari Pemerintah Kota Bandung. “Yang pasti kita ikut prihatin atas meninggalnya Diego Mendieta. Tidak hanya itu, persoalaan yang terjadi di sepak bola Indonesia, terutama masalah keuangan yang kerap dialami banyak klub merupakan sesuatu yang harus bisa dipecahkan bersama-sama,” terang Manajer Persib, Umuh Muchtar. Umuh memastikan pihaknya akan selalu memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan para pemain Persib. Hal itu ditunjukkan Persib pada sejumlah kasus kesehatan pemainnya. Pada tahun 2010 silam misalnya, manajemen Maung Bandung rela mengeluarkan biaya besar demi kesembuhan Hilton Moreira. Striker asal Brasil itu, harus menjalani terapis di Brasil dan istirahat panjang setelah kena tebasan Seme Pierre Patrick yang kala itu membela PSPS Pekanbaru. Tidak hanya itu, atas dasar ‘kemanusiaan’ Persib memutuskan memperpanjang kontrak Hilton di musim 2010/2011, meski menyadari kemampuan Hilton tidak akan maksimal karena baru sembuh dari cedera. Di musim 2011/2012, Persib melepas Hilton ke Sriwijaya FC dengan status bebas transfer. Pemain yang sempat berkostum Deltras Sidoarjo itu, akhirnya jadi salah satu kunci kesuksesan Laskar Wong Kito merebut trofi juara Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012. Jika dirunut, keberhasilan Hilton bangkit dari cedera parah yang nyaris membuatnya gantung sepatu, tak lepas dari kepedulian Persib terhadap pemainnya. Tidak hanya Hilton, musim lalu pun Persib rela berkorban demi mempercepat proses penyembuhan cedera parah yang dialami Hariono akibat mengalami retak pada bagian tulang bahu. “Jangan pernah lalai dan kita tidak mau mengabaikan hak-hak pemain. Termasuk soal gaji dan kesehatan mereka. Mungkin pernah telat, tapi kalau telat satu-dua hari, itu wajar. Selama ini Alhamdulillah tidak pernah ada kendala dengan pembayaran gaji dan kontrak pemain maupun pelatih serta ofisial,” tandas Umuh ( wbs ) dibaca 3.226x

Sumber: Sindonews