Pep Guardiola Latih Bayern Munchen Bukan Untuk Ubah Liga Jerman

Demikian yang diutarakan sendiri oleh Pep menjelang laga terakhirnya di Bundesliga pada Sabtu (14/5) ini. Merendah, Pep mengaku datang ke Jerman untuk belajar. Sesuatu yang juga bakal dilakukannya di Inggris musim depan.
Di Bayern Munchen, Pep Guardiola berhasil meraih tiga gelar Bundesliga dalam tiga musim beruntun. Rekor 100 persen Pep ini membuat Bayern memecahkan rekor sebagai tim pertama yang bisa juara dalam empat musim berturut-turut. Pasalnya, sebelum Pep datang, Bayern sudah meraih satu gelar di era Jupp Heynckes.
Namun, tidak berhasilnya Pep Guardiola meraih gelar Liga Champions menjadi cibiran berbagai pihak. Salah satunya Ivica Olic yang menilai, sangat wajar jika Bayern dominan di Bundesliga karena tidak ada lawan. Sebaliknya, sangat tidak wajar jika Pep di tiga tahun bersama Bayern cuma bisa finish di semifinal Liga Champions.

Di sisi lain ada Ottmar Hitzfeld yang membela Pep. Menurut mantan pelatih Bayern ini, Pep telah mengubah sepakbola Jerman secara keseluruhan, membuat Bayern memainkan sepakbola canggih, dengan umpan-umpan kilat.
Terkait hal ini, Pep dalam konferensi pers menyebut, Saya bukan orang yang tepat untuk berkata, betapa besarnya pengaruh saya di sepakbola Jerman. Saya tidak datang ke sini untuk mengubah sepakbola Jerman. Saya arogan, tapi tidak searogan itu (untuk mengklaim ini dan itu).
Saya datang ke sini (Bundesliga) untuk belajar. Alasan yang sama juga berlaku saat saya pergi ke Inggris musim depan. Apa yang bisa saya pelajari dari pemain dan sepakbola Inggris? Alasannya adalah, hidup di negara lain, dan menikmati pengalaman dengan gaya bermain yang berbeda.
Musim ini, Pep Guardiola masih bisa menambah satu gelar lagi setelah Bundesliga, yaitu DFB Pokal. Bayern bakal bertemu Borussia Dortmund pada 22 Mei mendatang.

thejillprinciple.com dewa99 Sumber: Sidomi