Ada Jarak Antara Tingkat Kepuasan dengan Elektabilitas Ahok

Jakarta – Tingkat kepuasan masyarakat DKI Jakarta terhadap Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencapai 68,72 persen. Hal tersebut merupakan temuan hasil survei Poltracking Indonesia. Meski begitu, elektabilitas Ahok hanya sebesar 40,77 persen. Survei Poltracking Indonesia ini dilaksanakan pada 6-9 September 2016 dengan menggunakan metode multi-stage random sampling. Jumlah responden 400 orang dengan margin of error sebesar kurang lebih 4,95 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. “Memang ada gap (jarak) antara tingkat kepuasan publik yang tinggi dengan elektabilitas Ahok. Kenapa bisa terjadi gap? Itu yang saya bilang, Ahok mesti perbaiki komunikasi politiknya, belajar sama Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo),” kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait kepada SP, Jumat (16/9). Dia optimis elektabilitas Ahok bakal meningkat apabila mampu mengubah pola komunikasi. “Kinerja bagus, tapi kesantunan dalam komunikasi sangat penting. Kalau Ahok mampu perbaki itu, tentu akan ada kenaikan signifikan,” ujarnya. Menurutnya, aspek primordialisme juga tak bisa dihindari. Walaupun, dia menyatakan, masyarakat Jakarta semakin rasional menentukan pilihan. “Masih ada masyarakat yang memilih karena pertimbangan primordialisme, kita bicara realita saja. Tetapi, pertimbangan kinerja jauh lebih banyak, karena itulah tingkat kepuasan Ahok tinggi,” ujarnya. Carlos KY Paath/CAH Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu