Siang Ini, Rupiah Masih Terdepresiasi

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mendekati penutupan perdagangan hari ini, Kamis (15/12) terpantau melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pada hari Rabu (14/12), Bank Sentral AS menaikkan suku bunga 25 basis poin karena melihat pemulihan ekonomi AS yang sudah mulai sesuai harapan. Menguatnya perekonomian AS membuat dolar perkasa dan sejumlah mata uang dunia melemah. Data Bloomberg menyatakan, rupiah pukul 14.52 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 13.393 per dolar AS atau melemah 99 poin (0,74 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 13.294. Transaksi rupiah hari ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.325-Rp 13.413 per dolar AS. Dari awal tahun hingga hari ini, rupiah terdepresiasi 3 persen. Sementara euro di pasar spot exchange melemah 0,62 persen ke 1,0471 euro per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya. Adapun pound sterling terdepresiasi 0,25 persen mencapai 1,2533 pound sterling per dolar AS. Yen melemah 0,58 persen ke 117,72 per dolar, yuan melemah 0,44 persen ke 6,9351 per dolar, won Korea melemah 0,72 persen ke 1.178,28. Rand Afrika Selatan terdepresiasi hingga 0,97 persen ke 14,0676. Menurut data IMQ21 , rupiah siang ini berada di level Rp 13.347 atau melemah 67 poin (0,5 persen) dari penutupan sebelumnya Rp 13.280. Rupiah berada di level terlemah di Rp 13.384 dan terkuat di Rp 13.280. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada perdagangan Kamis (15/12) berada di kurs tengah Rp 13.367, atau melemah 82 poin dari perdagangan sebelumnya Rp 13.285. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 13.434 (kurs jual) dan Rp 13.300 (kurs beli). Faisal Maliki Baskoro/FMB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu