BPJS dan Elpiji Tak Akan Mampu Angkat Pamor Demokrat!

JAKARTA, RIMANEWS – Berbagai kalangan menilai penolakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kenaikan harga elpiji 12 kg sebagai bentuk mencari popularitas. Tujuannya tak lain tak bukan untuk mengangkat elektabilitas Partai Demokrat jelang Pemilu 2014. Menurut Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, kebijakan SBY menolak kenaikan harga elpiji dan meluncurkan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan tak akan mampu merubah persepsi masyarakat terhadap keberhasilan pemerintahannya maupun partai yang dipimpinnya. “Kalau kita lihat dan rasakan, publik sudah frustasi dengan sikap dan tindakan dari pemerintahan yang peragu, hanya mementingkan citra semata dan menyelamatkan keluarga dan partainya,” ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (8/1/2013). Dilanjutkannya, rakyat bisa melihat dan merasakan bahwa selama hampir dua periode pemerintahannya, SBY lebih tekun menjaga citra dan pandai mengklaim prestasi Jusuf Kalla ketika mendampinginya pada periode pertamanya. “Ia gagal menjaga agar publik terperhatikan dengan baik,” tandas dosen Universitas Pertahanan ini. Sehingga, tambah Muradi, pada konteks BPJS inilah kemudian dimanfaatkan luar biasa oleh SBY untuk menyelamatkan citra baiknya, keluarga serta partainya “Termasuk dengan memanfaatkan isu kenaikan tabung elpiji 12 kg sebagai bagian dari upaya menyelamatkan tiga hal tersebut,” pungkasnya.(Juf/RM/Sndo) Baca Juga Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Fokus Isu , presiden susilo bambang yudhoyono , berbagai kalangan , menilai , Penolakan , Fokus Isu , presiden susilo bambang yudhoyono , berbagai kalangan , menilai , Penolakan , Fokus Isu , presiden susilo bambang yudhoyono , berbagai kalangan , menilai , Penolakan

Sumber: RimaNews