Hidup Sehat Tanpa Anemia

Jakarta – Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, 22,7 persen perempuan usia 13-49 tahun dan 37,1 persen ibu hamil di Indonesia menderita anemia. Riset lain menyebutkan, anemia turut berkontribusi pada menurunnya produktivitas kerja sebanyak 20 persen atau sekitar 6,5 jam per minggu. “Anemia dapat menyebabkan seseorang cepat lelah dan turun konsentrasinya karena kekurangan oksigen pada jaringan tubuh termasuk otak, sehingga mengurangi kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini berdampak pada menurunnya produktivitas,” ujar Dr Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK, Wakil Ketua PDGMI, dalam keterangan persnya, Selasa (9/11). Dr Yustina menambahkan, penurunan produktivitas yang disebabkan oleh anemia dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang dan suplemen zat besi jika diperlukan serta olahraga secara teratur. Kesadaran masyarakat Indonesia akan kecukupan zat gizi dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari kurang, terutama makanan yang mengandung zat besi. Lebih lanjut Dr Yustina menjelaskan, bahan makanan sebagian besar penduduk Indonesia berasal dari nabati seperti bayam, tahu dan sayuran hijau lain, dimana zat besi dari nabati lebih sulit diserap oleh tubuh. Bahan makanan hewani, sebut saja ati, daging (sapi dan kambing), unggas (ayam, bebek, burung), dan ikan merupakan makanan-makanan yang kaya akan zat besi dari hewani yang mudah diserap dalam tubuh. “Selain itu, buah-buahan dan makanan yang kaya akan vitamin C dapat membantu proses penyerapan zat besi oleh tubuh,” paparnya. Sementara itu, selebriti dan ibu dari tiga anak, Mona Ratuliu, mengatakan anemia bisa diderita oleh siapa saja. Bahkan, untuk wanita yang memiliki peran ganda (pekerja dan Ibu Rumah Tangga) cukup rentan terhadap anemia. Salah satu penyebabnya adalah karena kesibukan. Seringkali kurang memperhatikan asupan gizi dalam makanan. Tanpa disadari, mulai merasakan gejala anemia seperti cepat lelah, pusing, mata berkunang – kunang, dan susah konsentrasi,” kata Mona. Saya disarankan untuk melakukan pengecekan risiko anemia. Dari situ saya mulai mengkonsumsi makanan nutrisi bergizi seimbang serta suplemen zat besi dan tentunya menjalankan pola hidup sehat sehingga saya dapat menjalankan peran saya sebagai Ibu, Istri dan juga dan tanggung jawab saya terhadap pekerjaan.” Anie Rachmayani, Associate Director Marketing PT Merck Tbk mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Hypermart dan Indonesia Mengajar untuk semakin memperluas cakupan edukasi melek anemia. Hal itu sebagai apresiasi dapat mendukung misi Indonesia Mengajar dalam melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui pemberian donasi. “Melalui kerja sama ini, informasi tentang anemia, dampak serta pencegahannya dapat disebarkan oleh para Pengajar Muda kepada masyarakat di daerah terpencil di Indonesia. Dengan demikian harapan kita bersama agar Indonesia Bebas Anemia dapat terwujud,” tutup Anie. Indah Handayani/FER Investor Daily

Sumber: BeritaSatu