Kemsos Bebaskan Korban Pemasungan Belasan Tahun

Jember – Kementerian Sosial (Kemsos) membebaskan Baihaqi, seorang penderita gangguan kejiwaan yang menjadi korban pemasungan di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (2/12). Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Marzuki mengatakan setelah dibebaskan, korban pasung selama belasan tahun tersebut dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang. “Kami berusaha mengurangi kasus pemasungan karena faktanya cukup banyak warga yang mengalami gangguan jiwa dipasung oleh keluarganya, sehingga perlahan-lahan korban pemasungan harus dibebaskan dan dibawa ke RSJ,” tuturnya. Berdasarkan data, lanjut dia, masih ada ribuan warga Indonesia yang hidup dalam pasungan, sehingga pemerintah akan memberikan program penyadaran masyarakat, agar tidak melakukan pemasungan terhadap keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. “Mereka juga manusia, sehingga seharusnya dibawa ke pusat kesehatan untuk mendapatkan perawatan dan tidak boleh dipasung,” katanya. Ia menjelaskan Kementerian Sosial akan meluncurkan program “Stop Pemasungan” kepada warga yang mengalami gangguan kejiwaan pada 2017, sehingga diharapkan tidak ada lagi korban pemasungan di Indonesia. Sementara keluarga Baihaqi, Israntia mengatakan pihak keluarga terpaksa melakukan pemasungan karena sering mengamuk dan memukul orang tanpa sebab, sehingga perbuatannya dinilai membahayakan orang lain. “Ibu dan adiknya pernah menjadi korban, bahkan dibacok hingga meninggal dunia, untuk menghindari hal tersebut akhirnya dipasung,” katanya. Lelaki paruh baya itu dipasung keluarganya sejak tahun 2004 karena sering mengamuk. “Sebenarnya kami tidak tega, namun kalau tidak dipasung akan banyak warga yang merasa terancam dan menjadi korban,” ujarnya. Pihak keluarga, lanjut dia, sempat membawa Baihaqi ke rumah sakit jiwa, namun karena keterbatasan biaya menyebabkan pihak keluarga memilih untuk membawa pulang kembali dan memasungnya. /WBP

Sumber: BeritaSatu